Template Title

Physical Education in Indonesia

Posted on Wednesday, February 08, 2017

My work placement at Athirah Islamic School was a highly interesting experience. From the first day, I learnt a lot about Islam and its relationship with education. At the school, I was tasked with helping the students and teachers at the senior high school (or SMA) to improve their English, along with assisting the sports teachers in implementing the school’s sports program. During my time at the school, I conversed with many of the students and staff about life in Australia and my experience as a university student at the University of Queensland.

During the sports classes I taught, I gave tips to students on how to improve their sporting abilities. However, I also participated in the games, so that the students understood how to apply the skills I was teaching. The sports classes included volleyball, basketball, futsal and table tennis. As part of my task in English education, I attended English classes to assist the students in areas such as pronunciation, grammar and correct usage. When I did not have class, I joined in the table tennis competition with the other staff at Athirah. One major thing I noticed at the school was that the school’s sports program lacked education on health and wellbeing, for example there was no education regarding healthy lifestyles. According to my supervisor at Athirah, this is a problem in many Indonesian schools. In my opinion, schools should promote regular exercise and healthy eating habits.

Although I had never expected I would be given a work placement as a teacher at an Islamic school, I am extremely grateful for having been given the opportunity to learn about schooling in Indonesia, and the life of a teacher in a rapidly growing, developing country.

Di tempat magang, saya memperoleh pengalaman yang sangat menarik. Di hari pertama magang, yakni Sekolah Athirah, saya belajar banyak tentang Islam dan hubungannya dengan pendidikan. Di sekolah tersebut, saya ditugaskan untuk membantu murid-murid dan guru-guru SMA untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka, serta membantu melaksanakan kegiatan olahraga. Selain itu, saya juga berbicara dengan murid-murid dan staf mengenai kehidupan saya di Australia dan pengalaman saya sebagai mahasiswa di Universitas Queensland.

Pada waktu pelajaran olahraga, saya tidak hanya memberikan arahan kepada murid-murid untuk mengasah keterampilan olahraga mereka, tetapi saya juga ikut terlibat dalam permainan agar para murid bisa menerapkan langsung keterampilan yang diajarkan. Saya mengajar bola voli, bola basket, futsal dan tenis meja. Adapun tugas saya dalam pendidikan bahasa Inggris, yakni menghadiri kelas bahasa Inggris untuk membantu beberapa hal seperti pengucapan, tatabahasa dan penggunaan bahasa yang benar. Ketika saya tidak ada kelas, saya mengikuti kompetisi tenis meja  melawan guru dan pegawai SMA. Masalah utama yang saya temukan di sekolah adalah kurangnya pendidikan dalam bidang kesehatan dan kebugaran, misalnya tidak ada pendidikan mengenai gaya hidup sehat. Menurut supervisor saya di Athirah, masalah ini  dialami oleh berbagai sekolah di Indonesia. Menurut pendapat saya seharusnya sekolah-sekolah menggalakkan olah raga secara teratur dan konsumsi makanan sehat.

Walaupun tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk magang sebagai guru di sekolah Islam, saya tetap merasa senang karena diberi kesempatan untuk belajar sebagai seorang guru di negara yang berkembang pesat seperti Indonesia.

- Abraham Pearson, QLD


 
© Copyright Sarah Bennett Design 2014